literasi kelas 5 al fath
Dari Buku ke Masa Depan: Membangun Generasi Literat As Syafi’iyah

Mendut, 13 Januari 2026 – Kegiatan literasi sejak dini merupakan jembatan yang menghubungkan anak dengan pengetahuan dan peluang di masa depan. Pembiasaan membaca sebelum memulai kegiatan pembelajaran selama 15 menit menjadi moment emas seorang murid untuk berinteraksi dengan buku. Hal ini terlihat pada gambar yang diambil ketika murid kelas 5 Al Fath di SD Islam Tahfidz Qur’an As Syafi’iyah melaksanakan kegiatan membaca. Kegiatan literasi para murid diwujudkan melalui aktivitas membaca mandiri dengan berbagai bahan bacaan yang berbeda. Suasana kelas sangat mendukung sehingga membantu murid merasa nyaman untuk mengeksplorasi pengetahuan.

Melalui interaksi dengan buku dan berbagai sumber bacaan, murid belajar memahami informasi sekaligus mengembangkan cara pandang yang lebih luas terhadap dunia. Tentunya, guru juga mendampingi para murid dalam melaksanakan kegiatan literasi tersebut. Guru juga memiliki peran penting sebagai fasilitator dalam membantu murid mengembangkan rasa keingintahuannya dan menggali informasi melalui buku yang dibacanya. Selain itu, membaca membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal berbagai nilai kehidupan, memperkaya kosakata, serta melatih kemampuan berkomunikasi secara efektif. Hal ini menjadi modal penting bagi perkembangan akademik maupun sosial mereka.

Murid kelas 5 Al Fath sangat menyukai kegiatan membaca. Bahan bacaan yang tersedia di sekolah sangat menarik dan relevan dengan usia anak. Melalui upaya yang konsisten, literasi tidak hanya menjadi kegiatan belajar, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup anak. Dari kebiasaan sederhana membuka buku, lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan, kreativitas dan semangat belajar sepanjang hayat.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait