ChatGPT Image Aug 8, 2026, 01_13_50 PM (2)
Kolaborasi Tim Perpustakaan dan Tim Literasi dalam Pendataan Buku Ajar

Kolaborasi Tim Perpustakaan dan Tim Literasi dalam Pendataan Buku Ajar

Kebersamaan dan semangat gotong royong tampak dalam kegiatan pendataan buku ajar yang dilaksanakan oleh Tim Perpustakaan bersama Tim Literasi dan sejumlah ustazah SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, bertempat di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah awal dalam menata dan menginventarisasi buku ajar yang akan dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik.

Sejak kegiatan dimulai, para guru tampak saling membantu dan bekerja sama. Buku-buku dikeluarkan, kemudian dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Dalam suasana yang penuh keakraban, para ustazah duduk bersama membentuk lingkaran sambil menyelesaikan tugas masing-masing. Sesekali terdengar canda dan percakapan ringan yang membuat kegiatan pendataan terasa lebih hangat dan menyenangkan.

Setiap orang memiliki peran dalam proses tersebut. Beberapa ustazah bertugas memberikan stempel sebagai tanda bahwa buku tersebut merupakan bagian dari inventaris SD Islam Tahfidz Qur’an As-Syafi’iyah. Sebagian lainnya mengelompokkan buku sesuai kategori, menghitung jumlah buku, serta mencatat judul dan nama pengarang. Pembagian tugas ini membuat proses pendataan dapat dilakukan secara lebih teratur sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antartim di lingkungan sekolah.

Pendataan atau inventarisasi buku merupakan bagian penting dalam pengelolaan perpustakaan. Kegiatan ini tidak sekadar mencatat jumlah buku, tetapi juga mencakup proses mengelompokkan, memeriksa, dan memberikan identitas pada setiap buku yang menjadi bagian dari koleksi sekolah. Dengan pendataan yang baik, keberadaan dan jumlah buku dapat diketahui dengan lebih jelas sehingga pengelolaannya dapat dilakukan secara tertib dan terarah.

Kegiatan yang dilaksanakan kali ini masih berada pada tahap awal, yaitu pemeriksaan kondisi fisik dan pengecekan data buku. Setiap buku diperiksa dan dicatat agar tidak ada informasi yang terlewat. Meskipun terlihat sederhana, proses tersebut membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kerja sama. Bagi Tim Perpustakaan dan Tim Literasi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjalankan amanah dalam menyediakan sumber belajar yang tertata dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peserta didik.

Lebih dari sekadar kegiatan administratif, pendataan buku ajar juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan antarguru. Tim Perpustakaan, Tim Literasi, dan ustazah lainnya saling mendukung serta membantu menyelesaikan pekerjaan bersama. Semangat gotong royong terlihat dari kesediaan setiap pihak untuk mengambil bagian sesuai dengan tugasnya. Kebersamaan tersebut menjadi energi positif dalam membangun lingkungan sekolah yang peduli terhadap budaya membaca dan ketersediaan sumber belajar.

Kegiatan pendataan buku ajar ini diharapkan dapat terus dilanjutkan hingga seluruh buku tertata dan terkelola dengan baik. Tim Perpustakaan bersama Tim Literasi berencana melanjutkan proses tersebut pada pekan berikutnya. Dengan kerja sama yang terus terjaga, diharapkan buku-buku yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal di perpustakaan maupun di setiap kelas. Sebab, di balik buku yang tertata dengan baik, terdapat ikhtiar bersama untuk menghadirkan sumber belajar yang mendukung tumbuhnya peserta didik yang gemar membaca, berwawasan luas, dan memiliki semangat belajar.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait