WhatsApp Image 2026-01-13 at 15.23.06
Story Retelling Warnai Program Aksara Pagi di SD ITQ As Syafi’iah

Mendut, 13 Januari 2026 – Program Aksara Pagi yang dilaksanakan di SD ITQ As Syafi’iah menghadirkan kegiatan story retelling sebagai bagian dari pembiasaan literasi siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa pagi (13/1) di Pojok Baca Kelas 4 Al Furqon dan diikuti oleh siswa dengan antusias.

Dalam kegiatan tersebut, seorang siswi bernama Siti menceritakan kembali isi buku yang telah dibacanya di hadapan teman-teman sekelas. Penyampaian cerita dilakukan dengan ekspresi dan intonasi suara yang variatif sehingga menarik perhatian siswa lain dan menciptakan suasana literasi yang aktif dan interaktif.

Story retelling merupakan kegiatan yang memberikan ruang kepada siswa untuk menyampaikan kembali isi bacaan dengan bahasa sendiri. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk memahami bacaan secara menyeluruh, mengolah informasi, serta meningkatkan kemampuan berbicara dan rasa percaya diri.

Program Aksara Pagi dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebagai upaya sekolah dalam meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa. Selain memperkuat kemampuan membaca dan menulis, program ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan komunikasi siswa sejak usia dini.

Melalui pelaksanaan Program Aksara Pagi, SD ITQ As Syafi’iah berharap literasi tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga menjadi kebiasaan positif yang mendukung pembentukan karakter siswa dalam memahami informasi dan lingkungan sekitarnya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait